Muhammad Sadad Founder Erigo, Rela Meninggalkan Bangku Kuliah S1 Demi Erigo.

Muhammad sadad rela meninggalkan bangku kuliah S1 demi Erigo, Demi membangun yang ia mimpikan sejak lama. Lelaki berkumis atau kerap di panggil sadad ini memiliki ketertarikan bisnis sejak duduk di bangku SMA. Namun bisa terwujud ketika dia sudah mulai berkuliah sejak tahun 2010.

Dahulunya nama brand sadad bukan erigo melainkan Selected and co, karna nama selected and co sudah dimiliki pebisnis lain tercetuslah nama Erigo pada tahun 2013.

"Gue harus ngundurin  dari kuliah, karna hutang gue sudah banyak. Ini harus diselesaikan. - Muhammad Sadad, Founder Erigo"

Ketika usia bisnis masih seumur jagung, Erigo sudah mengalami pasar surut, dengan bermaksud mendapat untung malah sebaliknya, buntung.

"Kami sempat rugi. Pameran di malaysia, biaya operasionalnya aja 2 juta, omset 5 juta. Terus pameran di surabaya dan makasar, itu bener-bener rugi. Jadi kenapa gue ngunddurin diri dari uliah karena saat itu utang gue udah numpuk. Ini harus gue slesaikan," terang Sadad.

Bangkit dari keterpurukan tak mudah seperti membalikan telapak tangan, namun hal ini memberi tantangan tersendiri bagi lelaki berkumis kelahiran 15 juni 1990 ini. Berkat kegigihan dan semangat pantang menyerahnya, Sadad berhasil menaikan penualan hingga 1000% n persen banyaknya. Pada tahun 2015 lalu ia mampu meraup omset hingga 22 Milyar.

Saat sudah menemukan cara yang tepat untuk membangun bisnisnya kembali, Sadad tidak ingin kehilangan momen ini, dia semakin yakin untuk tidak melanjutkan kuliahnya demi fokus berbisnis.


Peran orang tua di balik jatuh bangunnya Erigo

Saat dirinya jatuh dalam kegagalan, sadad bersyukur sekali memiliki orang tua yang selalu memberikan dukungan kepadanya.

"Pas di fase-fase gue terpuruk dan jatuh, orang tua gue semoet jual rukonya, jual asetnya. Pesan yang selalu gue ingat dari orang tua gue, 'Bang, ketika susah, ketika lagi ada masalah, jangan sungkan untuk cerita ke mama papa, biar kita bisa bantu doa juga," Ungkap Muhammad Sadad.


Mengoptimalkan platform online dan offline dalam pemasarnnya

Dalam penjualan produknya erigo menggunakan cara online dan offline. "Kami mendisplay produknya di instagram. dari sejak tahun 2015 kamu sudah desice untuk pembeli erigo harus melalui web." Ungkap Sadad.

Siapa sangka, dulu banyak yang mengira bahwa sadad bakalan tidak bisa membawa erigo ke tangga kesuksesan, namun untuk saat ini bisa di lihat sendiri. ini menjadi semangat dan inspirasi untuk anak muda dalam membangun bisnis baik itu di dunia fashion atau yang lainnya.